Header

Showing posts with label classroom management. Show all posts
Showing posts with label classroom management. Show all posts

Tuesday, November 20, 2012

Teachers’ Meeting SD Kusuma Bangsa

Selama bulan September 2012, guru SD Kusuma Bangsa telah melaksanakan satu kali pembelajaran menggunakan metode Active Learning. Selama proses tersebut, tim AAS melakukan penilaian secara kualitatif dan kuantitatif. Sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan Active Learning tahap 1 ini, maka pada tanggal 19 Oktober 2012 diadakan Teachers’ Meeting.

Ibu Tota membuka acara dengan mengajarkan senyum 1-1-5

Acara ini juga dihadiri oleh Bpk. Akhmad Kosasih, SP. M.Pd, ketua yayasan Triwijaya Kusuma. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan harapannya agar tim AAS dapat terus bekerja sama dengan para guru SD Kusuma Bangsa untuk meningkatkan kualitas Sekolah Kusuma Bangsa.



Bpk. Akhmad Kosasih, SP. M.Pd sedang memberikan kata sambutan

Selain itu, Bpk. Akhmad Kosasih, SP, M.Pd juga menunjuk Ibu Evy Kresnawati Am.Pd sebagai koordinator program AAS. Ibu Evy, mewakili pihak sekolah, akan membantu tim AAS dalam hal koordinasi jadwal dan informasi.

Selanjutnya, tim AAS memberikan reward bagi guru yang dinilai telah mempersiapkan dan melaksanakan Active Learning tahap 1 dengan sangat baik.

Kedua guru yang mendapatkan reward kali ini adalah Ibu Baek Mubarokah, S.Pd dan Bpk. Rizal Tirta Permana, S.Pd.



Bapak Wijayanto, kepala sekolah SD Kusuma Bangsa menyerahkan hadiah
kepada guru yang berprestasi pada program Active Learning tahap 1

Dalam kesempatan ini, Ibu Septiari Goloa, M.Pd (Cand.) menyampaikan evaluasi terhadap hasil pre-test yang telah diadakan pada bulan Agustus 2012 terhadap siswa/i SD Kusuma Bangsa. Dengan evaluasi ini, diharapkan para guru lebih memperhatikan materi yang dianggap masih kurang dikuasai oleh anak didik mereka.

Untuk melengkapi guru dalam menyiapkan Active Learning tahap 2, Ibu Septiari Goloa, M.Pd (Cand.) juga menyampaikan materi Pengelolaan Kelas. Hal pertama untuk dilakukan adalah membuat peraturan kelas yang berisi tentang reward/hadiah dan konsekuensi bagi yang melanggar peraturan. Disiplin yang diterapkan disingkat dengan SMART Disiplin.



Acara ini ditutup oleh Ibu Tota Omega, S.Pd dengan menyampaikan informasi tentang project yang akan dilakukan oleh guru pada Active Learning tahap 2 yang akan diadakan bulan November 2012.

Selamat memasuki Active Learning tahap 2, para guru SD Kusuma Bangsa. Semangat!


Tuesday, April 24, 2012

SD St.Andreas (Periode Jan - April 2012)

Di tahun 2011 ini, SD St. Andreas kembali bergabung dalam program Adopt a School. Namun terdapat perbedaan dalam hal program yang akan diterapkan di sekolah ini. Setelah memetakan kebutuhan dari pihak sekolah dan yayasan, maka program yang akan diimplementasikan di sekolah ini adalah program FUN (Finding, Uttering, Nailing), yang dibagi dalam beberapa tahapan. Untuk periode Januari - April 2012 program yang sudah berjalan adalah 
No
Program
Peserta
1
Training guru FUN learning tahap 1
Kepsek dan Guru SD St Andreas
2
Implementasi FUN learning tahap 1
Kepsek dan Guru SD St Andreas
3
Training siswa “Berani Berpendapat”
Siswa kelas 1-5
4
Teacher’s meeting
Kepsek dan Guru SD St Andreas



Tahapan awal dalam masa pengadopsian sekolah adalah pelaksanaan training untuk membekali hal baru yang akan digunakan guru saat mengajar di kelas. Program yang dijalankan dalam satu semester pertama di SD St Andreas adalah FUN Learning (Finding, Uttering, Nailing). Program ini dilaksanakan dalam 3 tahapan training dan implementasi di kelas.

Training pertama dilaksanakan khusus untuk memperlengkapi guru melaksanakan "Finding Activity" di kelas, dimana inti utama aktivitas ini adalah guru mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri makna dan inti pelajaran yang akan disampaikan.





Games di awal kegiatan training untuk mencairkan suasana, sehingga guru-guru lebih siap mengikuti kegiatan










Permainan kognitif, guru memecahkan masalah melalui permainan korek api








Suasana interaktif antara guru dengan Ibu Septiari Goloa, M.Pd (Cand) tentang materi training





Sebagai follow up dari training yang telah diberikan oleh tim AAS, maka guru mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar. Guru bebas bereksplorasi dengan idenya sendiri dan tim AAS juga menyediakan waktu konsultasi bagi guru-guru yang masih kesulitan atau mengalami kendala dalam pengaplikasiannya di kelas. Berikut adalah dokumentasi dari beberapa implementasi training FUN Learning tahap 1 di kelas :



Siswa melakukan percobaan dalam pelajaran IPA dan menemukan "Sifat-sifat cahaya" melaluinya (Finding Act kelas 5)







Guru menggunakan alat peraga untuk menjelaskan materi tentang pecahan, sehingga memudahkan siswa dalam menemukan makna "Pecahan" (Finding Act kelas 4)






Dengan metode klasifikasi, siswa dibimbing untuk menemukan contoh dari "Hak dan Kewajiban" (Finding Act kelas 1)






Siswa melakukan eksperimen untuk menemukan bangun datar yang terbentuk dari "Titik Koordinat" (Finding Act kelas 6)







Dengan metode eksperimen, siswa menemukan dan dapat lebih memahami konsep "Energi" (Finding Act kelas 3)




Kemudian untuk mengetahui keberhasilan serta kendala-kendala yang dialami oleh guru-guru dalam melaksanakan Finding Learning, dilaksanakan teacher’s meeting. Dalam teacher meeting tersebut disampaikan hal-hal yang menjadi highlight dan lowlight active learning. Sekitar 60% guru sudah mampu melaksanakan Finding Activity dengan baik. Guru-guru terbuka dengan masukan yang diberikan oleh tim konsultan Master’s Hand. Namun kendala yang dialami guru masih perlu mengembangkan kemampuan dalam class management. 


Training tahap pertama dilanjut dengan tahap yang kedua yaitu khusus tentang "Uttering Activity". Di dalam training ini, guru dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, dimana siswa dapat mengemukakan pendapat atas hal yang telah ia ditemukan pada tahapan sebelumnya (finding activity). Berikut ini  beberapa dokumentasi pelaksanaan training:








Guru-guru pemenang games di awal training. Say cheeseeee...









Guru mendengarkan materi yang diberikan oleh Ibu Septiari Goloa, M.Pd (Cand.) dengan serius






Suasana Diskusi Training FUN Learning tahap 2 (Uttering Activity)





Tidak hanya guru yang diperlengkapi dalam program FUN learning. Tim AAS juga memperlengkapi siswa dengan training "Berani Berpendapat" untuk menunjang pelaksanaan FUN learning dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa dilatih agar lebih berani dalam mengemukakan pendapat. Selain itu, dalam pelatihan ini siswa juga diberikan ilmu baru tentang tujuan dan cara berpendapat yang baik. Siswa sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Berikut ini beberapa dokumentasi saat pelaksanaan pelatihan untuk siswa :

Training Siswa "Berani Berpendapat" a) Siswa kelas 2 antusias mendengarkan penyampaian materi; b) Siswa kelas 4 mengemukakan pendapatnya saat simulasi training; c) Moment foto bersama Tim Training dengan siswa kelas 5A dan 5B; d) Penyampaian Materi di kelas 3; e) Siswa aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dari trainer; dan f) Simulasi awal "Saya Tahu, Sadar, Siap" untuk membuat siswa bersemangat mengikuti training.

Untuk menindak lanjuti training yang sudah dilaksanakan, guru diminta untuk mengimplementasikan apa yang sudah mereka dapatkan dalam pelatihan di dalam kelas. Diharapkan dengan adanya program ini, guru dapat mencipatakan kegiatan belajar yang menarik dan kreatif, dengan menerapkan metode yang beragam sehingga siswa tidak bosan dan bersemangat untuk belajar. Berikut ini beberapa dokumentasi saat pelaksanaan fun learning tahap 2 di kelas.






Pada pelajaran IPA, Siswa kelas 1 mempresentasikan benda-benda yang terdapat di dalam sebuah ruangan. Ternyata siswa kelas 1 sudah berani tampil di depan kelas loh..










Siswa kelas IV terlihat antusias mengamati demonstrasi IPA dengan tema "Benda-Benda Langit"














Pada pelajaran Bahasa Inggris dengan materi "Procedure Text", siswa kelas 5 ditugaskan untuk mendemonstrasi suatu kegiatan dengan tema "Cooking"









Guru juga mengeksplorasi pengetahuan yang sudah siswa dapatkan dalam training pada kegiatan pembelajaran di kelas. Dan siswa-siswa St.Andreas terbukti sudah dapat dan sudah berani mengemukakan pendapatnya dengan baik dan benar.

Pada pelajaran Agama, guru mengajak siswa untuk melakukan debat dengan tema "Doa". Siswa aktif dan antusias mengemukakan pendapatnya mengenai tema tersebut
Setelah implementasi program dilaksanakan di kelas, maka hal-hal perkembangan (kesuksesan dan kendala) yang dihadapi saat implementasi akan dibahas dalam “Teacher’s Meeting”. Dalam meeting ini juga akan dibahas secara bersama-sama solusi yang dapat dilakukan saat guru mengalami kendala dalam pelaksanaan program. Dengan demikian berakhirlah 2 tahapan awal dalam kegiatan FUN Learning. Guru-guru yang bersemangat, bersiaplah untuk training yang ketiga. Mari kita sama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa melalui generasi-generasi masa depan

Friday, December 23, 2011

SDN 03 Rawasari (Periode Juli - Des 2011)

Program yang sudah berjalan:
No
Program
Peserta
1
Training Guru Active Learning
Guru SD Smart Kids dan Guru SDN 03 Rawasari (18 orang)
2
Implementasi Active Learning
Guru SD Rawasari
(8 orang)
3
Teacher’s Meeting
Kepsek dan Guru SDN 03 Rawasari
(9 orang)
4
Training Guru Media Belajar Aktif Dan Mandiri
Guru SDN 03 Rawasari
(8 orang)
5
Implementasi Active Learning dan Media Belajar Aktif dan Mandiri
Guru SDN 03 Rawasari
(6 orang)
6
Teacher’s Meeting
Kepsek dan Guru SDN 03 Rawasari
(7 orang)

Pada tahun 2011 ini, Master's Hand melalui program Adopt a School mengadopsi 6 sekolah baru, salah satunya adalah SDN 03 Rawasari yang berlokasi di Jl. Pramuka Sari I Komp. BRI Rt.13/05, Jakarta Timur. Sekolah ini berunitkan SD dengan jumlah guru 15 orang dan murid 251 orang. 


Melalui program Adopt a school yang bertujuan untuk membantu memberikan metode / tehnik mengajar yang berguna baik bagi guru maupun siswanya, diharapkan dapat meningkatkan kualitas mengajar guru-guru di SDN 03 Rawasari. Untuk periode awal, guru-guru diberikan Training Active Learning atau pembelajaran aktif

 Guru-guru SDN 03 Rawasari sedang berdiskusi mengenai pembelajaran 
Active Learning yang akan dipresentasikan 

Dan sebagai tindak lanjut dari training tersebut, guru-guru diminta untuk mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar di kelas dalam jangka waktu 3 bulan. Melalui metode Active Learning guru ditantang untuk lebih memaksimalkan peran siswa dalam kegiatan belajar, sehingga siswa juga turut berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar, tidak hanya sebagai pendengar pasif saja. Berikut adalah salah satu contoh implementasi Active Learning :

Guru sedang mengajar Bahasa Indonesia menggunakan alat peraga 
hewan-hewan di hutan yang dibuat sendiri dengan kreatif oleh beliau sehingga siswa 
begitu tertarik mendengarkan cerita beliau

Guna menunjang metode pembelajaran yang akan guru terapkan di kelas, maka tim Adopt a school juga melakukan sosialisasi program pada siswa-siswa SDN 03 Rawasari. Dalam kegiatan sosialisasi, siswa diberikan motivasi agar lebih percaya diri dan mau terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Tim Adopt a School melakukan sosialisasi terhadap siswa dari kelas 1-6

Setelah periode I selesai, maka akan diadakan Teacher's meeting guna mengevaluasi perkembangan guru dan tingkat penguasaan guru akan metode mengajar yang baru ini. Guru tampak cukup antusias dan semangat belajar untuk memperkaya dan mengembangkan kemampuan mereka. Pada pertemuan ini juga terjadi diskusi dan brainstormingd dengan para guru untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan guru yang sekiranya bisa tim Adopt a school realisasikan di periode selanjutnya. Untuk periode selanjutnya maka diputuskan guru-guru akan diperlengkapi dengan Training Media Belajar Aktif dan Mandiri.

Antusiasme guru tampak pada saat implementasi hasil training dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. berikut adalah beberapa dokumentasi implementasi media belajar di kelas.

 



Siswa sedang mengurutkan susunan pencernaan dalam tubuh manusia. Media belajar yang digunakan adalah kreasi gurunya sendiri melalui gambar-gambar.




 










Suasana kelas dibuat seperti pesta ulang tahun ketika guru mengajarkan FPB dan KPK










Demikian kegiatan Adopt a School di SDN 03 Rawasari selama bulan Juli-Desember 2011. Pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan dengan aktivitas-aktivitas dari program Adopt a school. Bravo!!  
 

Monday, December 19, 2011

TK Smart Kids dan TK Harapan Bagi Bangsa (Periode Juli - Des 2012)

Program yang sudah berjalan :

No
Program
Peserta
1
Training Guru “Learning Readiness”
Guru TK Smart Kid dan TK Harapann Bagi Bangsa
2
Implementasi Learning Readiness
Guru TK Smart Kid (4 guru)
3
Training Guru “Playful Learning”
Guru TK Smart Kid dan TK Harapan Bagi Bangsa
4
Implementasi Playful Learning
Guru TK Smart Kid (5 guru)

Di awal periode baru ini, program untuk Taman Kanak-kanak mulai diselenggarakan, di dua  taman kanak-kanak yaitu di TK Smart Kid yang terletak di daerah ruko Pulomas, Jakarta Timur dan di TK Harapan Bagi Bangsa yang terletak di daerah Tanah Merah, Kelapa Gading. Training pertama yang diberikan mengenai Learning Readiness dengan tujuan untuk memperkaya pengetahuan guru dalam mempersiapkan siswa taman kanak-kanak terutama dalam calistung (membaca, menulis dan berhitung). Selain itu, dalam training ini, guru juga dibekali dengan teknik pengelolaan kelas (classroom management)






Sessi Learning Readiness oleh 
Septiari Goloa, M.Pd (cand.)





 







Sessi Class Management oleh Sufi, S.Pd








Project Follow Up yang dilakukan berupa supervisi Math Readiness dan Language Readiness satu kali dalam seminggu. Secara bergantian, setiap guru akan disupervisi cara mengajarnya yang berhubungan dengan Math Readiness dan Language Readiness. Di sinilah akan terlihat perkembangan setiap guru.





Mr. Christian, guru kelas Kindergarten 2, sedang mengajarkan tentang konsep berhitung. (Implementasi Math Readiness TK Smart Kids)






 




Ms. Suji sedang menjelaskan mengenai menghitung 1-5 (Implementasi Math Readiness TK Harapan Bagi Bangsa)





 Training kedua yang diadakan adalah “Playful Learning”. Sessi pertama training ini mengenai Pentingnya bermain untuk anak usia dini yang dibawakan oleh Maria Faustina, S.Pd. Di sessi ini dibahas bentuk/ jenis permainan yang bisa menjadi sarana untuk perkembangan kognitif, motorik, keterampilan sosial anak, dan pembelajaran nilai-nilai hidup. 






Sessi pertama oleh Maria Faustina, S.Pd mengenai manfaat dan jenis permainan untuk anak (Training Playful Learning)




 





Ms Devi dan kelompok mempraktekan cara membawakan permainan pada sessi pertama.











Ms Ana mempraktekkan permainan peran dengan menggunakan sebuah boneka tangan.







Pada sessi kedua, Septiari Goloa, M.Pd (cand) membawakan tentang Alat Permainan Edukatif, dimana permainan bisa dibuat sendiri dari barang-barang yang ada disekitar kita.

 Septiari Goloa, M.Pd (cand) membawakan sessi kedua mengenai Alat Permainan Edukatif (Training Playful Learning)

Agar lebih memahami materi training, guru-guru juga diajak untuk melakukan simulasi beberapa permainan. Guru-guru terlihat sangat antusias dan menikmati alam mempraktekkan permainan tersebut

 





 Permainan Kartu Bergambar





 




   



Permainan lempar Dart









Untuk project follow up, setiap guru mendapatkan 2 kali kesempatan melakukan kegiatan permainan di kelas. Pertama, guru harus memilih 1 dari 4 jenis permainan (sensorimotor, konstruktif, peran, dan game with rule) yang sudah sempat mereka praktekan di sessi pertama. Berikut adalah dokumentasi beberapa project follow up :





Bermain Peran - pasar-pasaran (oleh Ms. Betty kelas K2 TK Smart Kids – tema tumbuhan)

 





Bermain Permainan dengan instruksi – Makudonarudo (oleh Ms. Yessy kelas K2 TK Smart Kids)




 






Bermain Balok (oleh Ms. Doris kelas TK A Harapan Bagi Bangsa)







Kesempatan kedua, guru harus membuat satu alat bermain yang bisa digunakan di kelas untuk bermain dengan anak.

 




Bermain Kartu Jepit (oleh Ms. Devi kelas Play Group TK Smart Kids) – tema hewan - tumbuhan






 

 

Bermain Kartu domino buah (oleh Ms. Sandra kelas TK B Harapan Bagi Bangsa) tema tumbuhan




 





 
Bermain dadu suku kata (oleh Ms. Suji kelas TK A Harapan Bagi Bangsa)








Demikian program Adopt a School periode Juli - November untuk TK Smart Kids dan TK Harapan Bagi Bangsa. Tetap semangat dan berkarya..